Gaya Kepemimpinan Presiden Soeharto adalah gabungan dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif, yaitu mampu menangkap peluang dan melihat tantangan yang berdampak positif serta mempunyai visi yang maju kedepan dan sadar akan perlunya langkah-langkah yang menyesuaikan. Aspek-Aspek Gaya kepemimpinan Presiden Soeharto: 1. 4. Abdurahman Wahid. Seorang kiai yang sangat liberal dalam pemikirannya, penuh dengan ide, tidak disiplin, dan berkepemimpinan ala LSM. Gaya kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid adalah gaya kepemimpinan Responsif-Akomodatif, yang berusaha untuk mengagregasikan semua kepentingan yang beraneka ragam. Sebagaimana yang telah Sedulur baca, otoriter adalah salah satu jenis gaya kepemimpinan yang memiliki kelebihan dan kekurangannya. Baik diterapkan pada sistem pemerintahan ataupun perusahaan. Setiap gaya kepemimpinan mempunyai ciri khasnya masing-masing dan akan sangat efektif tergantung dengan kebutuhan dan konteks zaman. Pengertian Kepemimpinan. Secara umum, kepemimpinan adalah sebuah kemampuan dalam diri seseorang untuk mempengaruhi orang lain atau mengarahkan pihak tertentu untuk mencapai tujuan. Teori kepemimpinan juga bisa didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengarahkan sebuah kelompok dengan efektif dan efisien agar mencapai tujuan. Keempat gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian adalah : 1. Gaya Kepemimpinan Karismatis 2. Gaya Kepemimpinan Diplomatis 3. Gaya Kepemimpinan Otoriter 4. Gaya Kepemimpinan Moralis Gaya Kepemimpinan Karismatik Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan gaya kepemimpinan yang ditawarkan, semua mempunyai kelebihan dan kelemahan, Teori kepemimpinan, yang dianggap efektif atau unggul adalah teori kepemimpinan transformasional, yaitu suatu pendekatan kepemimpinan dengan melakukan usaha mengubah kesadaran, membangkitkan semangat dan mengilhami bawahan atau anggota organisasi untuk mengeluarkan Dari sejumlah argumen dan teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan diatas, dapat kita bandingkan atau menyamakan dengan seorang pemimpin kita terdahulu di Negeri ini, Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. Ketertarikan penulis untuk meneliti dan ingin mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan dari seorang BJ Terakhir, pemimpin transformasional juga membantu menciptakan budaya kerja yang baik dan merupakan contoh standar etika yang dapat diikuti oleh setiap karyawan. Kedua gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini juga memiliki efek lain pada kinerja karyawan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berada dalam kategori baik, didasarkan pada kemampuan kepala sekolah dalam memimpin para guru di SMA PGII 1 Bandung dengan gaya kepemimpinan Sangat Buruk 439,2 634,4 829,6 1024,8 1220 889 Buruk Cukup Baik Baik Sangat Baik 244 71 transformasional yang berkharisma Perbedaan Kepemimpinan Situasional Transformasional. Pada model situasional, pimpinan berupaya mengembangkan kompetensi pengikut lewat perubahan gaya kepemimpinan tergantung situasi tim dan lingkungan kerja. Di lain sisi kepemimpinan transformasional justru akan mendorong pengikutnya sesuai visi organisasi, untuk mencapai tujuan akhir. zL8MC.